Senin, 08 Februari 2010

CACAT...TAK MASALAH

Meski Cacat Tapi Berhasil Membuat Lampu Unik

Karya kreatifitas Suparti dari barang bekas menjadi bernilai ribuan rupiah

Kegigihan sosok satu ini tidak kalah dengan orang yang normal pada umumnya, meski dengan tubuh cacat akan tetapi berjuang untuk bertahan hidup di era yang membutuhkan tantangan. Namun ketrampilan yang dimiliki dalam membuat kerajinan tangan berupa lampu unik dapat menyabung hidup bersama keluarganya.
Warga dari Kecamatan Balung keseharian membuat lampu unik diperoleh dari temannya ketika lampu unik tapi tidak berhasil. “Awal bersama temennya membuat lampu itu tidak berhasil karena sering nyeblos, sehingga lambat laun saya berhasil membuat sendiri dengan dilobangi atasnya,”ungkap Suparto.
Dengan keberhasilan itu, Suparto yang berdomisili di Jalan Menco No. 45 Balung sebelah timur Pondok Pesantren Al Multajam, akhirnya dapat membuat memproduksi sendiri. “Sehingga dengan membuat sendiri itulah maka saya bisa menyambung hidup saya ini,”pungkasnya.
Namun bagi Suparto, pemikiran kuatnya muncul dalam membuat lampu unik ini ternyata seringnya ada pemadaman diwilayahnya. “Sehingga dengan pemadaman ini apa yang saya buat ini menjadi salah satu jalan keluar ketika ada pemadaman listrik,”paparnya.
Menurut Parto sebenarnya tidak saja berguna untuk penerangan rumah atau di halaman, namun karena bentuknya sekilas menyerupai lampu strongking, itu yang membuat pembeli tertarik. “Banyak pembeli karena tertarik keunikkannya sehingga banyak digunakan untuk hiasan,”imbuhnya.
Selanjutnya diungkap oleh Parto dirinya dalam sehari dengan berbekal bahan baku yang tidak terpakai seperti kaleng susu, kaleng roti dan kaca bekas. “Merangkai bahan baku itu sehari bisa membuat sebanyak 20 buah dan selebihnya waktunya untuk digunakan berjualan sampai sekuatnya berspeda ontel,”jelasnya.
Puasnya lagi dalam membuat lampu unik itu dirinya bersama anak-anaknya dalam membuat lampu unik itu sebenarnya ada di bahan bakunya. “Dengan bahan baku bekas itulah membuat kami lebih puas, karena apa yang kami buat meski dari bahan yang tidak berguna kami buat menjadi yang lebih berguna,”tambahnya.
Karena yang membuat hanya dirinya bersama keluarganya, Parto menjamin apa yang dibuat tidak akan ada di etalase took di Jember. “Lampu ini langsung saya jajakan sendiri sehingga di took tidak akan ada,”paparnya.
Berbekal speda ontel buatan dalam negeri yang dulu menjadi milik anaknya, namun sekarang digunakan untuk berjualan keliling Jember. “Kalau seperti sekarang ini karena berangkatnya jam 1 siang maka nanti pulangnya malam hari sampai di Balung,”akunya.
Dituturkan oleh bapak 3 anak ini, terkait dengan nama lampu unik berawal dari seringnya pembeli menyebutnya unik. “Banyak pembeli yang saya tawarkan ini menyebutnya dengan sebutan lampu unik, sehingga saya beri merk lampu saya ini lampu unik bintang terang,”jelasnya.
Perjuangan hidup yang ia tekuni bersama anak-anaknya mengalami pasang surut.. “Karena sebagai pelukis kaligrafi lagi sepi maka saya berusaha untuk membuat lampu unik ini yang saya jual ke seluruh pelosok Jember sambil menunggu istrinya yang sekarang menjadi TKW Malaysia,”tandasnya.
Dirinya bersama keluarga dalam membuat lampu unik ini berharap banyak ketika pemerintah nantinya dengan mengetahui lampu unik hasil produksinya. “Mudah-mudahan dapat membantu pemasaran dan modal agar kami bisa membuat lebih banyak lagi,”harapnya. (*/jok)

CEGAH KANKER SERVIKS

Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin


kankerleherrahimKanker serviks merupakan kanker yang paling sering terjadi pada perempuan di Tanah Air. Setiap perempuan tanpa memandang usia dan latar belakang berisiko terkena kanker serviks yang disebabkan infeksi atau reinfeksi virus Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18 yang secara bersama mewakili 71 persen penyebab utama kanker itu. Padahal, jenis kanker ini sebenarnya bisa dicegah.

“Kami turut prihatin dengan tingginya angka kejadian kanker serviks di Indonesia, terutama karena penyakit ini merupakan beban kesehatan, ekonomi, dan sosial bagi perempuan di mana pun,” kata Ketua Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia dr Melissa S Luwia di Jakarta.

Ketua Bidang Penyuluhan dan Pendidikan Yayasan Kanker Indonesia dr Sumarjati Arjoso menambahkan, penyuluhan mengenai bahaya kanker serviks dan pencegahannya perlu digalakkan agar lebih banyak perempuan Indonesia memperoleh kesempatan untuk mendapat informasi tentang deteksi dini dan pencegahan kanker serviks. “Peran survivor kanker serviks dapat memberi dukungan dan informasi akan membantu pasien kanker serviks meringankan bebannya,” ujarnya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (Hogi) Prof Farid Aziz menjelaskan, kanker serviks adalah salah satu penyakit kanker yang dapat dicegah. Namun, lebih dari 70 persen penderita datang memeriksakan diri dalam stadium lanjut sehingga banyak menyebabkan kematian karena terlambat ditemukan dan diobati.

“Kami mengimbau kepada para perempuan untuk melakukan pencegahan sejak dini. Deteksi dini dengan tes Pap yang dipraktikkan di negara maju menunjukkan hasil sangat memuaskan dengan menurunkan angka kematian karena kanker serviks lebih dari separuhnya,” ujarnya. Kendala di negara sedang berkembang adalah deteksi dini dan vaksinasi relatif mahal dan memerlukan biaya tinggi, tenaga ahli, dan pengorganisasian yang tidak rapih.

Karena itu, di negara yang sedang berkembang harus dipilih cara yang lebih praktis dan murah, yaitu IVA atau inspeksi visual dengan asam asetat sebagai pengganti tes Pap. Yang lebih praktis lagi kalau kendala biaya bisa diatasi adalah dengan vaksinasi. “Cara ini sangat praktis karena cukup dengan suntikan, tidak memerlukan perlengkapan yang rumit dan memiliki efektivitas tinggi,” kata Farid.

Prof Samsuridjal Djauzi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo menyatakan, tidak seperti sejumlah virus lain, jika seorang perempuan terinfeksi virus HPV, bukan berarti perempuan itu akan mempunyai kekebalan terhadap virus itu. “Dia tetap berisiko untuk mendapatkan infeksi berulang dari tipe HPV yang sama atau berbeda, dan tetap berisiko terkena kanker serviks,” ujarnya.

“Vaksin kanker serviks bekerja dengan meningkatkan kekebalan tubuh untuk dapat melindungi dari infeksi atau re-infeksi HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks,” kata Samsuridjal. Dari studi klinis terkini, vaksin kanker serviks adjuvant dapat memberi perlindungan yang luas untuk tipe HPV penyebab kanker dengan masa proteksi paling lama dan harga terjangkau bagi lebih banyak perempuan.

[taken fr kompas.com]

Deteksi Dini Kanker

aha..................

disini dijumpai segala apa saja.....gak karuwan pokoknya..tanya atau mau apa tuliskan saja dikoment pasti akan diusahakan dicariin atau dijawab sendiri kalau mampu....maklum manusia juga terbatas kemampuannya....pastinya enjoy aja......

Laman

Mengenai Saya

Foto saya
mengenai saya gak penting yaaaa....yang penting tampilan yang ada.....cuma aku tukang BACA....

Pengikut